AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Erick Thohir Targetkan Nilai Pasar Subholding Pertamina Capai Rp1.419 Triliun

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Jum'at, 17 September 2021 20:20 WIB
Pemegang saham menargetkan nilai pasar subholidng Pertamina mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1.419 triliun.
Pemegang saham menargetkan nilai pasar subholidng Pertamina mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1.419 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Enam subholding milik PT Pertamina (Persero) telah diresmikan. Pemegang saham menargetkan nilai pasar perseroan mencapai 100 miliar dolar AS atau setara Rp 1.419 triliun. 

Adapun enam subholding tersebut adalah adalah Upstream, Refining dan Petrochemical, Commercial and Trading, Gas, Integrated Marine Logistics, dan Power and New Renewable Energy.

Menteri BUMN Erick thohir optimis jika nilai pasar yang dipatok bisa direalisasikan. Pertimbangannya, potensi pasar dan sumber daya alam (SDA) dalam negeri yang melimpah. 

"Harus bisa, karena kenapa? Karena tadi, Allah memberikan kita yang luar biasa, selain market yang besar, sumber daya alam yang besar juga," ujar Erick, Jumat (17/9/2021). 

Selama ini, kata dia, pengelolaan BUMN kurang efektif karena manajemen tidak benar-benar berhitung secara detail mana biaya yang bisa dipangkas dan mana nilai perusahaan yang bisa ditingkatkan. Padahal, adanya potensi pasar dan SDA yang bisa dimanfaatkan. 

"Pertamina sudah masuk perusahaan global dalam daftar Fortune Global 500 (tahun 2021), kalau sudah masuk situ ya tidak boleh kecil harus tambah besar. Dan 100 miliar bukan sesuatu yang mustahil, asal mau," ungkapnya. 

Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati mencatat pihaknya memiliki tiga tugas yang harus dilakukan secara paralel. Selain itu, Pertamina juga ditantang untuk melakukan pengembangan dan melangkah untuk menjawab energi transisi. 

“Bagaimana cara kita melaksanakan? Kita membagi kapal besar Pertamina dengan membuat 6 kapal-kapal kecil yang kita sebut Subholding. Ada yang bertugas hari ini. Ada yang bertugas untuk transisi menjajaki di laut yang berbeda. Dan ada yang harus berpindah kapalnya di lautan sebelah,” tuturnya. 

Untuk 3 subholding yakni Subholding Upstream, Subholding Refining & Petrochemical dan Subholding Commercial & Trading harus tetap menjalankan tugasnya saat ini, karena Pertamina mempunyai amanah sesuai Undang-Undang Energi yang menjaga kehandalan atau availability, accessibility, affordability, acceptability dan sustainability.

Sementara itu, Subholding Gas akan bergerak ke tengah untuk mengelola energi transisi dari fosil fuel ke new and renewable energy yakni Gas dengan porsi dalam bauran energi tetap di angka 22 persen hingga 25 persen. Dengan peningkatan demand energi 5 kali lipat dalam 5-10 tahun ke depan, maka porsi gas ini harus ditingkatkan.

Adapun untuk Subholding Power & NRE telah bergerak menuju energi terbarukan. Saat ini, pemerintah telah memulai integrasikan geothermal yang nantinya kapasitas terpasang ketiga terbesar di dunia. Ke depan, Pertamina akan mengintegrasikan antara hulu Geothermal dengan hilir yakni Petrokimia. 

Untuk mendukung kelima Subholding tersebut, Pertamina memiliki Subholding Integrated Marine Logistic. "Subholding ini harus ada di masa kini, di masa transisi dan di masa depan. Harus selalu relevan, karena Indonesia adalah negara kepulauan. Apapun energinya, kita tetap membutuhkan transportasi laut. Bahkan, sekarang Integrated Marine Logistic ini mulai bergerak ke arah virtual pipelines,” ungkap dia. 

Terkait keraguan mengenai pemisahan Subholding, Nicke menyebutkan kuncinya adalah integrasi yang dilakukan oleh Holding dalam hal operasional dan komersial serta mengawasi tugas-tugas yang diberikan oleh Negara. Sehingga, Pertamina sebagai holding akan tetap ramping dengan fungsi integrasi. 

Sumber daya manusia (SDM), menurut Nicke, juga harus relevan dengan masa depan. Dalam rangka mengintegrasikan seluruh SDM yang ada, Pertamina juga harus memastikan program digitalisasi berjalan dengan membuat Pertamina Integrated Control Command Center (PICC). (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD