Selain menanggung fasilitas makan dan hotel untuk keterlambatan di atas empat jam, maskapai juga dibebani biaya perawatan mesin yang sangat mahal apabila pesawat sempat terpapar partikel debu vulkanik.
"Pesawat yang melintasi area abu wajib menjalani borescope check dengan biaya USD20 ribu hingga USD50 ribu per mesin. Meski saat ini masih terkendali di tingkat operasional darurat (IROP), jika gangguan abu berlangsung lebih dari lima hari kerugian ekonomi akan melampaui Rp100 miliar dan menggerus target kuartal III dan IV, sehingga kecepatan data VAAC dan fleksibilitas AirNav menjadi kunci mitigasi," katanya.
(Dhera Arizona)