AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

ESDM Bongkar Penyebab Tarif Listrik Naik, Salah Satunya Karena Harga Batu Bara

ECONOMICS
Ikhsan Permana SP/MPI
Kamis, 30 Juni 2022 14:04 WIB
Kenaikan tarif listrik didasarkan pada empat asumsi, yaitu inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), harga batu bara serta kurs dolar.
ESDM Bongkar Penyebab Tarif Listrik Naik, Salah Satunya Karena Harga Batu Bara (FOTO:MNC Media)
ESDM Bongkar Penyebab Tarif Listrik Naik, Salah Satunya Karena Harga Batu Bara (FOTO:MNC Media)


IDXChannel - Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu membongkar penyebab kenaikan tarif listrik yang akan dimulai pada 1 Juli 2022.

Ia menjelaskan, kenaikan tarif listrik didasarkan pada empat asumsi, yaitu inflasi, Indonesian Crude Price (ICP), harga batu bara serta kurs dolar.

"Didasarkan 4 asumsi yaitu inflasi, ICP, harga batu bara dan kurs sehingga harga tarif dasar listrik (TDL) dari 1.447 menjadi 1669 atau sekitar 1700," unkapnya dalam Webinar Ruang Energi, Kamis (22/6/2022).

Ia melanjutkan, yang paling dominan mempengaruhi kenaikan tarif listrik adalah ICP. Ia mengatakan ada asumsi sebelumnya di APBN hanya USD 63 tapi pada faktanya sekarang sudah di atas USD 100.

Jisman menambahkan, ke depan dimungkinkan tarif tenaga listrik akan mengalami perubahan naik ataupun turun melihat perkembangan kurs, ICP, inflasi ataupun harga acuan dari pada baru bara.

"Kami di pemerintah mendorong PLN agar terus melakukan langkah-langkah efisiensi, baik di administrasi, baik di esepsi, pengendalian penggunaan BBM dan tentunya memang yang paling utama bagaimana listrik ini bisa sustain dan ada di masyarakat serta bisa terjangkau," tuturnya.


(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD