Menurutnya, platform digital MRV berbasis AI dan teknologi blockchain ESG-IN akan membantu anggota IDCTA dan proyek-proyek hijau di Indonesia dalam mencapai standar internasional dalam pelaporan emisi dan sertifikasi kredit karbon.
“Kami percaya bahwa kolaborasi ini akan menjadi game-changer dalam pengembangan pasar karbon yang sehat, transparan, dan berkelanjutan di Indonesia,” katanya.
Dalam kerja sama tersebut, kedua belah pihak juga berkomitmen untuk mempercepat sertifikasi dan issuance kredit karbon, kredit plastik, dan ESG Action Credits (EAC). Selanjutnya, pada bagian ini akan diimplementasikan melalui platform Digital MRV berbasis AI untuk mengumpulkan, memverifikasi, dan melaporkan data emisi dengan standar internasional, sehingga mempercepat proses sertifikasi kredit dari proyek-proyek hijau di Indonesia.
Kemudian, kolaborasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kredibilitas pasar karbon melalui teknologi blockchain. Pada bagian ini, ke depan diimplementasikan melalui teknologi Blockchain untuk menciptakan immutable ledger atau catatan yang tidak dapat diubah dari setiap transaksi kredit karbon, sehingga meningkatkan kepercayaan investor dan pembeli kredit karbon internasional.
Selain itu, kolaborasi antara ESG-IN dengan IDCTA juga diharapkan dapat membuka akses pembiayaan hijau dan pasar business to business (B2B) untuk data ESG terverifikasi. Sehingga ke depannya diharapkan proyek-proyek hijau yang bermitra dengan ESG-IN dan IDCTA dapat lebih mudah mengakses pembiayaan hijau (green financing) dari lembaga keuangan dan investor global serta dapat menjual data ESG kepada korporasi untuk keperluan sustainability reporting.