IDXChannel - Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) ke-25 Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) digelar. Acara itu memantik kesadara anak muda untuk berani berinvestasi, terlepas dari risiko dan tantangan investasi.
Cuan maupun boncos dalam investasi di dunia saham menjadi makanan sehari-hari para investor. Berselancar di dunia saham tak cukup cuma pengetahuan soal dinamika pasar, tapi juga mental kuat untuk berani dan bertahan di setiap pilihan investasi.
Praktisi sekaligus edukator trading saham, Emir Parengkuan bilang investor di bursa mesti bisa mengambil sisi positif dari sentimen pasar dan kejadian di luar kendali pemodal.
Dia mencontohkan saham PT Diamond Citra Propertindo Tbk (DADA) pada 2025 yang mengalami volatilitas setelah ramai-ramai pembelian, dan berujung terjun bebas ke level 50 sesaat pengendali melepas saham.
"Kita bisa melihatnya dari dua sisi. Sisi pertama yang negatifnya, yaitu: "Ya ampun kenapa gua masuk saham gorengan? Sekarang gua hilang 1 miliar dan gua enggak bisa recover lagi," kata dia dalam sesi diskusi ICMSS bertema 'Redefining value in the new Investment landscape' di auditorium FEB UI Kamis (5/2/2026).
Oleh karena itu, Emir menekankan pentingnya mencerna informasi, baik dari media massa maupun sesama investor, bahkan analis. Sebab, keputusan tetap berada di tangan investor. Dan keputusan yang diambil mesti berdasar pertimbangan yang melihat dinamika pasar dan analisis yang cukup, seperti isu saat DADA bakal diakusisi The Vanguard.
"Kalau misalnya kita melihat suatu cerita atau news gitu yang mengatakan sebuah saham ada akuisisi, ada merger, apa segala macam, kita itu sebenarnya harus melakukan due diligence dulu. Due diligence, apakah informasi ini akurat atau enggak," kata Emir.
Sehingga, katanya, sisi positif adalah mengambil pelajaran dari kesalahan sebelumnya. Ini karena investasi bukan soal hari ini memperoleh cuan atau sebaliknya, tapi bagaimana upaya meng-kapitalisasi pasar dengan modal yang cukup secara mental, kapital dan pengetahuan.
"Jadi mungkin garis besarnya seperti itu. Selalu semuanya di apapun itu ada Yin and Yang-nya. Daripada kita fokusnya ke negatif, kita shift fokus kita ke yang positif," kata Emir.
Sementara itu, President of The 25th ICMSS Falito Villienuve Tandra menuturkan gelaran tahun ini menandakan ICMSS sebagai acara capital market tertua yang diselenggarakan level mahasiswa.
Masuk usia ke-25, kata dia, gelaran ICMSS sebisa mungkin menyajikan diskusi yang bernilai tinggi, dan bermanfaat bagi kalangan muda. Adapun, ICMSS tahun ini digelar selama dua hari beruntun, 5-6 Februari di Auditorium FEB UI, Depok.
“Jadi di tahun ke-25 ini tentunya kami berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran, wadah, dan juga insights yang menarik mengenai capital market,” kata Falito.
(Nur Ichsan Yuniarto)