Oleh karena itu, Emir menekankan pentingnya mencerna informasi, baik dari media massa maupun sesama investor, bahkan analis. Sebab, keputusan tetap berada di tangan investor. Dan keputusan yang diambil mesti berdasar pertimbangan yang melihat dinamika pasar dan analisis yang cukup, seperti isu saat DADA bakal diakusisi The Vanguard.
"Kalau misalnya kita melihat suatu cerita atau news gitu yang mengatakan sebuah saham ada akuisisi, ada merger, apa segala macam, kita itu sebenarnya harus melakukan due diligence dulu. Due diligence, apakah informasi ini akurat atau enggak," kata Emir.
Sehingga, katanya, sisi positif adalah mengambil pelajaran dari kesalahan sebelumnya. Ini karena investasi bukan soal hari ini memperoleh cuan atau sebaliknya, tapi bagaimana upaya meng-kapitalisasi pasar dengan modal yang cukup secara mental, kapital dan pengetahuan.
"Jadi mungkin garis besarnya seperti itu. Selalu semuanya di apapun itu ada Yin and Yang-nya. Daripada kita fokusnya ke negatif, kita shift fokus kita ke yang positif," kata Emir.
Sementara itu, President of The 25th ICMSS Falito Villienuve Tandra menuturkan gelaran tahun ini menandakan ICMSS sebagai acara capital market tertua yang diselenggarakan level mahasiswa.