IDXChannel – Setelah mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dan membuka 2026 dengan reli kuat, pasar saham Indonesia mendadak kehilangan momentum.
Pengumuman dari pengelola indeks global MSCI pada akhir Januari lalu, tepatnya pada 28-29 Januari, menjadi titik balik yang menekan IHSG secara signifikan, memangkas hampir 20 persen kapitalisasi pasar hanya dalam dua hari perdagangan dan sempat menyebabkan penghentian sementara perdagangan (trading halt).
BCA Sekuritas mencatat, MSCI menyoroti isu transparansi pasar yang langsung memicu aksi jual besar-besaran, terutama pada saham-saham konglomerasi yang sebelumnya menjadi penopang utama IHSG dan digadang-gadang sebagai MSCI play.
Tekanan ini dinilai bukan sekadar koreksi teknis, melainkan sinyal risiko struktural yang lebih dalam.
Menurut BCA Sekuritas, langkah MSCI bisa menjadi ‘puncak gunung es’ yang membuka kerentanan fundamental pasar Indonesia, khususnya di sisi makro.