Meski pemerintah merespons cepat, pasar global masih menunggu bukti konkret untuk memulihkan kepercayaan.
BCA Sekuritas menilai, rentang waktu yang tersedia diperkirakan hanya sekitar tiga bulan ke depan.
Di luar faktor MSCI, risiko lain datang dari stabilitas nilai tukar rupiah dan arah aliran dana asing.
Defisit transaksi berjalan diproyeksikan melebar ke sekitar 1,2 persen dari PDB pada 2026, ditambah potensi deviasi kebijakan moneter Indonesia dengan global, yang dapat menekan rupiah.
Dalam kondisi tersebut, BCA Sekuritas tetap bullish pada saham komoditas yang dinilai diuntungkan oleh pelemahan rupiah.