Laporan kinerja ini, ujar Rozi, telah disusun sesuai dengan standar akuntansi yang berlaku serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Rozi menerangkan, untuk memperkuat likuiditas, ADHI menjadikan pencairan piutang dari sejumlah proyek besar sebagai prioritas utama untuk meningkatkan arus kas. Beberapa proyek yang menjadi fokus antara lain LRT Jabodebek dan Tol Aceh-Sigli.
“Realisasi piutang dari proyek-proyek tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap peningkatan arus kas perseroan,” kata dia.
Selain itu, ADHI juga memiliki pipeline proyek di berbagai segmen infrastruktur dengan fokus pada hilirisasi dan green construction. Sejumlah proyek yang tengah digarap antara lain proyek PUSRI III-B, Coal Handling ICB PTBA, serta PL TMG Tobelo.
Perseroan juga terlibat dalam proyek pengelolaan lingkungan di kawasan industri Medan sebagai bagian dari penguatan portofolio berbasis keberlanjutan.
Ke depan, ADHI akan terus memperkuat bisnis inti konstruksi dengan mengedepankan inovasi proses, efisiensi operasional, serta pengembangan proyek-proyek bernilai tambah, termasuk yang berbasis hilirisasi dan green construction.
(Dhera Arizona)