AALI
9300
ABBA
290
ABDA
0
ABMM
2460
ACES
745
ACST
184
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
800
ADMF
8175
ADMG
176
ADRO
3250
AGAR
298
AGII
2250
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
111
AHAP
100
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
158
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1555
AKRA
1185
AKSI
280
ALDO
730
ALKA
292
ALMI
308
ALTO
192
Market Watch
Last updated : 2022/08/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.69
-0.42%
-2.31
IHSG
7172.43
-0.2%
-14.12
LQ45
1022.99
-0.33%
-3.35
HSI
19773.03
0.05%
+9.12
N225
28930.33
-0.04%
-11.81
NYSE
0.00
-100%
-15734.11
Kurs
HKD/IDR 180
USD/IDR 14,820
Emas
835,878 / gram

Ganggu Pemulihan Industri, Perluasan Objek Cukai Plastik Ditentang Inaplas

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Kamis, 09 September 2021 12:56 WIB
Terkait rencana perluasan objek cukai plastik, Inaplas ungkap keberatannya.
Ganggu Pemulihan Industri, Perluasan Objek Cukai Plastik Ditentang Inaplas (Dok.MNC Media)
Ganggu Pemulihan Industri, Perluasan Objek Cukai Plastik Ditentang Inaplas (Dok.MNC Media)

IDXChannel – Rencana penambahan objek cukai dianggap mendesak dilakukan guna menopang penerimaan negara di tengah kelesuan penerimaan pajak. Terlebih, potensi penerimaan dari penambahan barang kena cukai mencapai Rp13 triliun per tahun, dan berasal dari dua barang kena cukai baru, yakni plastik dan minuman bergula dalam kemasan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Pengembangan Bisnis dan Kemitraan Industri Inaplas Budi Susanto Sadiman mengatakan, pihaknya merasa keberatan terkait perluasan cukai plastik. Menurut dia, saat ini industri sedang dalam kondisi yang tidak baik.

“Kalau dari Inaplas kita tidak setuju, karena kalau kita urutkan mengenai pengajuan cukai plastik kan sudah dimulai tahun 2018 2019 sekarang tahun 2021. Nah, pada tahun 2018 situasinya berbeda dengan sekarang, industri tidak sedang dalam kondisi yang sensitif,” ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Kamis (9/9/2021).

Budi menjelaskan, perluasan cukai plastik juga dapat menghambat penciptaan lapangan kerja. Terlebih, dia menilai bahwa kebijakan ini tidak sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja.

“Sekarang dengan ekonomi yang kinerjanya belum baik dikenakan lagi adanya cukai plastik, maka akan sulit untuk kita bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan ini tidak sesuai dengan UU Nomor 11 Tahun 2020 mengenai Cipta Kerja,” jelas dia.

Lanjutnya, ke depan industri plastik bisa sangat menolong kebangkitan ekonomi nasional. Oleh sebab itu, Budi meminta agar pemerintah lebih memperhatikan terkait kebijakan perluasan cukai plastik.

“Kalau saya boleh sampaikan walaupun di asosiasi saya bukan dari industri, bahwa nanti yang bisa sangat menolong kebangkitan ekonomi nasional adalah industri petrokimia dan plastik. Karena begitu ini siap buka, akan ada investasi besar sekali untuk pembangunan hulu petrokimia. Itu bisa membangun ekonomi nasional,” tandasnya.  

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD