sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Rencana Purbaya Tambah Lapisan Cukai Hasil Tembakau

News editor Tangguh Yudha
17/01/2026 01:00 WIB
Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari CISDI, PKJS-UI, Komnas Pengendalian Tembakau, IYCTC, FITRA, dan SDH FKM UI menolak keras rencana Menteri Keuangan.
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Rencana Purbaya Tambah Lapisan Cukai Hasil Tembakau. (Foto: Inews Media Group)
Koalisi Masyarakat Sipil Tolak Rencana Purbaya Tambah Lapisan Cukai Hasil Tembakau. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel - Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari CISDI, PKJS-UI, Komnas Pengendalian Tembakau, IYCTC, FITRA, dan SDH FKM UI menolak keras rencana Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa untuk menambah lapisan tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) atau cukai rokok tahun ini.

Koalisi itu menilai, meskipun Purbaya mengklaim bahwa penambahan lapisan tarif bertujuan mendorong rokok ilegal masuk ke sistem legal, kebijakan tersebut justru merupakan langkah mundur dalam kebijakan fiskal dan berpotensi memperburuk dampak kesehatan masyarakat.

Founder dan CEO CISDI, Diah Saminarsih, mengatakan penambahan lapisan tarif CHT akan semakin memperbanyak rokok murah di pasaran. Berdasarkan riset CISDI, banyaknya lapisan cukai membuat harga rokok tetap terjangkau meski tarif dinaikkan.

“Penambahan layer menghadirkan semakin banyak rokok dengan harga murah. Ini rencana yang sangat keliru. Seharusnya Kementerian Keuangan menyederhanakan tarif cukai yang kini ada delapan lapisan menuju praktik baik dan standar WHO, yaitu cukai tunggal, bukan malah menambah layer untuk menghadirkan rokok yang lebih murah,” katanya dalam keterangan resminya, Jumat (16/1/2026).

Diah menambahkan, rokok saat ini masih bisa dibeli dengan harga mulai dari Rp10.000 per bungkus. Kondisi tersebut dinilai berisiko meningkatkan konsumsi rokok, terutama di kalangan anak-anak dan masyarakat prasejahtera, sehingga bertentangan dengan upaya perlindungan kesehatan masyarakat.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement