IDXChannel - Setidaknya 150 kapal tanker, termasuk yang membawa minyak mentah dan gas alam cair (LNG), menurunkan jangkar di perairan Teluk Persia dekat Selat Hormuz.
Di sisi lain jalur pelayaran yang sempit itu, puluhan kapal lainnya juga melakukan hal serupa.
Dilansir dari Reuters pada Senin (2/3/2026), Selat Hormuz lumpuh setelah perang pecah antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Berdasarkan data pelacakan kapal dari platform MarineTraffic, banyak kapal yang diam di dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) negara-negara Teluk seperti Kuwait dan Uni Emirat Arab (UEA).
Sekitar 20 persen minyak global, termasuk dari Arab Saudi, UEA, Irak, Kuwait, dan Iran, melewati Selat Hormuz.