IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menyebut praktik pengoplosan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) menjadi beras premium sebagai bentuk sabotase. Tindakan tersebut menjadi salah satu penyebab tingginya harga beras di pasaran.
Amran menilai praktik tersebut tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas pangan nasional yang dapat berdampak pada kondisi sosial dan politik.
"Beras itu vital. Ingat, kalau krisis pangan, itu berdampak pada krisis politik, dan konflik sosial terjadi. Ini sabotase. Dia inginkan kita ini ribut," katanya dalam konferensi pers usai inspeksi mendadak (sidak) di kawasan Kayu Manis, Matraman, Jakarta Timur, Rabu (28/10/2026).
Karena itu, dia meminta aparat penegak hukum menindak tegas pihak-pihak yang terlibat.
"Jadi, ya ini yang mengangkat harga. Tapi masih ada pengamat yang mendukung. Yang usil, antek-antek asing. Ini nggak bener ini. Ini harus ditindak tegas," ujarnya.