IDXChannel – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri menemukan lima merek beras fortifikasi yang mutu dan kandungan gizinya tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Temuan tersebut berdasarkan hasil pengujian laboratorium terhadap sampel beras fortifikasi yang diproduksi PT DTA.
Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Suhasto, mengatakan temuan tersebut diperoleh melalui penyelidikan yang dilakukan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) terkait dugaan tindak pidana perlindungan konsumen dalam produksi dan perdagangan beras fortifikasi.
“Dittipideksus Bareskrim Polri melalui Satgas Pangan bersama dengan Bapanas RI ini melakukan penyelidikan terkait produksi dan perdagangan beras fortifikasi yang diduga tidak sesuai dengan klaim pada label kemasan. Ketidaksesuaian kandungan gizi dengan klaim pada label kemasan ini ditemukan pada sejumlah produk beras fortifikasi pada beberapa merek,” katanya, dikutip Kamis (22/10/2026).
Suhasto mengungkapkan, terdapat lima merek beras fortifikasi yang berdasarkan hasil pengujian laboratorium tidak memenuhi klaim mutu dan kandungan gizi sebagaimana tercantum pada kemasannya. Kelima merek tersebut yakni Idola Hijau Fortifikasi, Idola Merah Fortifikasi, Raja Lele, Cantik Manis, dan Wijaya Kusuma.
“Kelima merek tersebut dilakukan pengambilan sampel oleh petugas pengambil contoh dari Bapanas RI yang telah memiliki sertifikasi dan dilakukan pengujian laboratorium dengan hasil bahwa kelima merek tersebut mutu dan kandungan gizinya ini tidak sesuai dengan label pada kemasan,” ungkapnya.