AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Go Global! Sandiaga Dorong Produk Ekraf Yogya Tampil di ASEAN Tourism Forum 2023

ECONOMICS
Tim IDXChannel
Jum'at, 01 Juli 2022 21:09 WIB
Sandiaga mengingatkan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta bahwa untuk bisa bertahan di sektor ekraf, pelaku usaha harus mampu meningkatkan kreativitas.
Go Global! Sandiaga Dorong Produk Ekraf Yogya Tampil di ASEAN Tourism Forum 2023 (foto: MNC Media)
Go Global! Sandiaga Dorong Produk Ekraf Yogya Tampil di ASEAN Tourism Forum 2023 (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekarf) sekaligus Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kabaparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, berencana menampilkan produk-produk ekonomi kreatif yang sudah terkurasi untuk turut dalam ajang ASEAN Tourism Forum (ATF) 2023, yang akan berlangsung pada Januari 2023, di Yogyakarta.

Langkah tersebut sengaja diambil sebagai upaya dalam mendorong produk ekraf tanah air untuk go global. Hal tersebut disampaikan Sandiaga dalam acara Kelana Nusantara, di Netes Cafe, Yogyakarta, Jumat (1/7/2022).

Kelana Nusantara sendiri merupakan program Kementerian pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bersama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Baparekraf) yang memberikan ruang antara Menparekraf dengan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta untuk berdialog seputar tips dan trik menjadi pengusaha sukses hingga berbagai kendala yang dihadapi dalam mengembangkan produk ekonomi kreatif.

Sandiaga menilai pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta sudah memiliki kualitas dan daya saing yang baik. Oleh karena itu ia ingin membawa produk-produk ekraf yang nantinya sudah melewati tahap kurasi agar berpartisipasi di ajang ATF 2023, karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah setelah Kamboja.

"Agar UMKM kita bisa go internasional, pelaku UMKM yang ikut dalam acara Kelana Nusantara ini perlu dikurasi untuk kemudian kita tampilkan di ASEAN Tourism Forum ini. Sehingga mimpi kita untuk UMKM goes internasional dapat terwujud," ujar Sandiaga.

Salah satu produk unggulan yang bisa ditampilkan adalah produk kuliner tahu bakso. Dikatakan Menparekraf tahu bakso ini sangat diminati oleh wisatawan di seluruh ASEAN, karena rasanya gurih dan cukup mengenyangkan. Namun harus didukung dengan kemasan yang berkualitas.

"Saya sudah keliling ke Myanmar sampai ke Filipina, tahu bakso itu favorit. Jadi nanti mungkin menurut saya ini perlu kita kemas dengan baik, kita tampilkan sebagai salah satu produk yang kita unggulkan di ASEAN Tourism Forum. Ini salah satu cara kita untuk masuk ke pasar internasional," tutur Sandiaga.

Dalam kesempatan itu pula, Sandiaga mengingatkan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta bahwa untuk bisa bertahan di sektor ekonomi kreatif, pelaku usaha harus mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi. Sebab dua aspek tersebut adalah modal utama yang sangat diperlukan. Mengingat perkembangan digitalisasi yang semakin cepat.

Apalagi saat ini, Yogyakarta mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan. Dimana untuk weekdays keterisian kamar hotel mencapai angka 70 hingga 80 persen, sementara pada saat weekend nyaris mencapai 100 persen.

Peluang ini harus dimanfaatkan secara optimal. Dengan kehadiran program-program pelatihan dan pendampingan dari Kemenparekraf/Baparekraf seperti Kelana Nusantara, Apresiasi Kreasi Indonesia, hingga Workshop Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong terbukanya peluang usaha. Karena tahun 2022 Menparekraf Sandiaga menargetkan sebanyak 1,1 juta lapangan kerja baru tercipta dan untuk tahun 2024 targetnya 4,4 juta.

"Yogyakarta ini mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan, menurut data dari Pak Kadis Provinsi Pak Singgih dan juga Kadis Kabupaten Sleman. Penciptaan 1,1 juta lapangan kerja baru tahun ini, saya melihat antusiasme dan optimisme di Yogyakarta sangat baik. Dan target 2024 untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja baru, ini bersama-sama saya yakin bisa kita wujudkan," tegas Sandiaga. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD