Bila Danantara Indonesia melakukan dengan menjunjung tinggi aspek transparansi, Revindo optimistis langkah governance reset ini dapat meningkatkan kredibilitas BUMN di mata investor dan lembaga pemeringkat.
Sebaliknya, jika perubahan dipersepsikan sebagai upaya kosmetik untuk memperbaiki laporan keuangan, maka bisa memicu ketidakpastian di pasar.
"Untuk itu, alignment dengan standar global dan transparansi komunikasi publik menjadi kunci," katanya.
Revindo juga mengingatkan Danantara Indonesia melakukan governance reset terhadap sistem insentif manajemen, mekanisme pengawasan dan indikator kinerja berbasis value creation. Sehingga, perubahan yang dilakukan Danantara Indonesia tidak sekadar pergantian struktur dan administrasi.
Bila hanya pada tahap pergantian struktur dan administrasi, Revindo khawatir akan memicu terjadinya resistensi internal.