"Seperti inefisiensi aset, tumpang tindih investasi, serta kualitas tata kelola yang belum merata antar perusahaan," ujarnya.
Selanjutnya dalam perspektif jangka panjang, Revindo mengatakan, governance reset ini seharusnya menjadi reposisi strategis BUMN. Terutama untuk memastikan negara tetap memiliki kendali efektif atas sektor-sektor strategis yang memengaruhi hajat hidup orang banyak, seperti energi, infrastruktur, pangan, dan logistik.
"Dalam konteks global, banyak negara menggunakan state-owned enterprises sebagai instrumen kebijakan industri dan kedaulatan ekonomi. OECD (2023 dan 2024) mencatat bahwa BUMN tetap memainkan peran strategis dalam sektor energi, transportasi, dan keuangan di banyak negara," katanya.
Revindo meyakini, ketika Danantara Indonesia melakukan evaluasi ulang kebijakan tata kelola BUMN, hal tersebut bakal mendapatkan perhatian dari pasar. Misalnya saja, kata dia, keyakinan baru akankah BUMN bisa konsisten dengan standar internasional dengan mengedepankan proses yang dijalankan secara transparan.