AALI
8900
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4650
ACES
625
ACST
210
ACST-R
0
ADES
7200
ADHI
800
ADMF
8525
ADMG
168
ADRO
4050
AGAR
302
AGII
2520
AGRO
640
AGRO-R
0
AGRS
102
AHAP
109
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1605
AKRA
1400
AKSI
324
ALDO
705
ALKA
294
ALMI
380
ALTO
177
Market Watch
Last updated : 2022/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
541.91
-0.84%
-4.57
IHSG
7178.58
-0.56%
-40.32
LQ45
1025.63
-0.68%
-7.01
HSI
17933.27
-1.18%
-214.68
N225
0.00
-100%
-27313.13
NYSE
0.00
-100%
-14236.60
Kurs
HKD/IDR 1,912
USD/IDR 15,030
Emas
805,406 / gram

Hadapi Krisis Energi, Inggris Berencana Padamkan Listrik Selama Musim Dingin

ECONOMICS
Yulistyo Pratomo
Rabu, 10 Agustus 2022 15:28 WIB
Krisis energi kini sedang mengancam kawasan Eropa, kondisi ini mendorong Inggris untuk melakukan pemadaman listrik secara terorganisir.
Hadapi Krisis Energi, Inggris Berencana Padamkan Listrik Selama Musim Dingin. (Foto Ilustrasi: MNC Media)
Hadapi Krisis Energi, Inggris Berencana Padamkan Listrik Selama Musim Dingin. (Foto Ilustrasi: MNC Media)

IDXChannel - Krisis energi kini sedang mengancam kawasan Eropa, kondisi ini mendorong Inggris untuk melakukan pemadaman listrik secara terorganisir. Rencana tersebut akan dijalankan selama beberapa hari selama musim dingin

Dalam “skenario terburuk”, Inggris diharapkan dapat menghadapi kekurangan kapasitas listrik yang berjumlah sekitar seperenam dari permintaan. Dari pandangan itu, terjadi pengurangan impor listrik dari Norwegia dan Prancis.

“Skenario itu bukan sesuatu yang kami harapkan terjadi. Rumah tangga, bisnis, dan industri mereka akan mendapatkan listrik dan gas yang mereka butuhkan,” kata seorang pejabat Departemen Strategi Bisnis, Energi dan Industri pemerintah dalam sebuah wawancara, dikutip dari Reuters (10/8/2022).

Liz Truss atau Rishi Sunak diperkirakan akan menghadapi musim dingin yang sulit ketika mereka menggantikan Boris Johnson sebagai perdana menteri bulan depan. Pemadaman listrik akan tetap terjadi ketika warga Inggris menghadapi tagihan yang mahal.

Seperti diketahui, Moskow telah membatasi aliran pipa gas ke Inggris. Negara tersebut mungkin semakin bergantung pada pengiriman pipa gas dari daratan Eropa di saat musim dingin berlangsung.

Nilai Pound saat ini sudah berada di titik terlemah terhadap Euro, hal ini juga menghapus kenaikan terhadap dolar AS di angka USD1,2080 dalam perdagangan mata uang.

Dilaporkan oleh BEIS, sebenarnya Inggris memiliki cadangan gas di Laut Utara dan tidak bergantung pada impor energi dari Russia. Inggris juga menjadi tuan rumah infrastruktur pelabuhan LNG terbesar kedua di Eropa.

Pemilik Centrica Plc, mengatakan kembalinya layanan awal musim dingin ini akan setara dengan 10 kargo LNG, tidak cukup untuk membuat perbedaan yang signifikan. Inggris dikatakan juga akan menghadapi persaingan internasional dalam hal impor gas.  

Kondisi ini membuat Inggris menjual listrik dengan harga yang lebih tinggi daripada Norwegia, dan bergantung pada impor. (TYO/BAYU)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD