AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Hadiri KTT G7, Jokowi Sebut RI Butuh Rp445 Triliun untuk Transisi Energi Bersih

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Selasa, 28 Juni 2022 06:33 WIB
Dalam pertemuan dengan pemimpin negara G7, Presiden Jokowi menyebutkan besarnya nilai investasi untuk membangun transisi energi bersih di Indonesia.
Hadiri KTT G7, Jokowi Sebut RI Butuh Rp445 Triliun untuk Transisi Energi Bersih. (Foto: MNC Media)
Hadiri KTT G7, Jokowi Sebut RI Butuh Rp445 Triliun untuk Transisi Energi Bersih. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo turut menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara G7 di Jerman. Dalam kesempatan itu, dia menyebutkan besarnya nilai investasi untuk membangun transisi energi bersih di Indonesia.

Menurut Presiden Jokowi, potensi Indonesia sebagai kontributor energi bersih, baik di dalam perut bumi, di darat, maupun di laut, sangat besar. Maka dari itu, Indonesia membutuhkan investasi besar dan teknologi rendah karbon untuk mendukung transisi menuju energi bersih yang cepat dan efektif.

Indonesia, lanjutnya, membutuhkan setidaknya USD 25-30 miliar atau sekitar Rp 370 triliun hingga Rp 445 triliun untuk transisi energi 8 tahun ke depan.

“Transisi ini bisa kita optimalkan sebagai motor pertumbuhan ekonomi, membuka peluang bisnis, dan membuka lapangan kerja baru,” ungkap Presiden Jokowi dalam keterangan resmi pada (27/6/2022).

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD