AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Harga-harga Komoditi Pangan Mulai Naik

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Selasa, 06 April 2021 14:43 WIB
Sejumlah pedagang mengungkap harga-harga bahan pokok sudah beranjak naik menjelang Ramadhan 2021 ini.
Harga-harga Komoditi Pangan Mulai Naik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah pedagang mengungkap harga-harga bahan pokok sudah beranjak naik menjelang Ramadhan 2021 ini. Komoditas yang mengalami kenaikan tersebut melingkupi gula pasir, minyak goreng hingga daging ayam.

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi), Abdullah Mansuri, mengatakan saat ini sudah terjadi ritme kenaikan harga di beberapa komoditas pangan. Namun kenaikan yang terjadi masih dalam batas normal.

"harga gula pasir, minyak gorang, daging, dan ayam sudah ada ritme kanaikan harga. Meski tergolong kecil dan masih normal tapi ada kenaikan," katanya kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (6/4/2021)

Dia mamaparkan ada beberapa komoditas pangan yang harganya menjadi naik saat lebaran seperti gula pasir, semua jenis cabai, beras, minyak gorang, telur ayam, dan daging sapi. "ini komoditas yang harus diantisipasi oleh pemerintah karena harganya selalu naik saat lebaran," ujarnya.

Sebelumnya, dia menjelaskan ada 3 fase kenaikan harga pangan saat bulan Ramadhan. Fase pertama saat 3 hari menjelang bulan puasa. Dalam fase ini masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pangan, baik untuk jualan atau pun memenuhi kebutuhan.

"Orang berbondong-bodong untuk membeli pangan untuk jualan dan kebutuhan," ujarnya.

Kemudian, fase kedua saat 5 hari menjelang Idul Fitri. Naik harga pada fase ini disebabkan oleh banyaknya pembelian dari masyarakat.

"Fase ini merupakan kenaikan tertinggi, karena masyarakat mempersiapkan stok hingga lebaran," katanya.

Ketiga, fase sesudah lebaran. Pada fase ini kebanyakan para penjual atau petani tidak menjual barang kebutuhan pangan sehingga terjadi kelangkaan. "Para petani atau pedagang biasanya libur setelah lebaran atau mudik," sebut dia.

Menurutnya, ketiga fase ini yang harus diantisipasi oleh pemerintah agar tidak terjadi kenaikan harga. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD