Ia menilai minyak kini berada di persimpangan, dengan potensi penurunan terbatas oleh perbaikan pasokan, namun risiko kenaikan tetap besar jika ketegangan kembali meningkat.
Harga Brent rebound sekitar 3,1 persen ke USD97,61 per barel dan WTI menguat 3,6 persen ke USD97,85 per barel pada Kamis (9/4/2026) pagi, menunjukkan pasar masih sensitif terhadap perkembangan gencatan senjata.
Meski sempat jatuh 13-16 persen ke kisaran pertengahan USD90 per barel pada Rabu (8/4), sentimen pasar dinilai masih rapuh dan mudah berubah.
Ekonom Mizuho Securities memperkirakan harga minyak bertahan di kisaran USD90 per barel sepanjang kuartal II-2026 sebelum kembali ke level sebelum konflik.
Mereka menilai ketidakpastian terbesar adalah bagaimana volatilitas minyak akan diteruskan ke harga konsumen, terutama saat perusahaan semakin berani menaikkan harga.