sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Harga Sawit Petani Turun usai Rencana Ekspor Satu Pintu, TBS Merosot hingga Rp1.000 per Kg

Economics editor Tim IDXChannel
25/05/2026 14:54 WIB
Harga tandan buah segar (TBS) sawit di tingkat petani dilaporkan turun tajam setelah pemerintah mengumumkan rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui BUMN.
Harga Sawit Petani Turun usai Rencana Ekspor Satu Pintu, TBS Merosot hingga Rp1.000 per Kg. (Foto: Magnific)
Harga Sawit Petani Turun usai Rencana Ekspor Satu Pintu, TBS Merosot hingga Rp1.000 per Kg. (Foto: Magnific)

IDXChannel – Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani dilaporkan turun tajam setelah pemerintah mengumumkan rencana sentralisasi ekspor komoditas melalui satu BUMN.

Kebijakan tersebut memicu ketidakpastian di rantai perdagangan sawit dan mulai menekan pendapatan petani kecil.

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat Manurung, mengatakan harga sawit di tingkat petani mengalami penurunan drastis sejak wacana penunjukan eksportir tunggal diumumkan.

“Harga di tingkat petani merosot,” ujar Gulat dalam pernyataannya kepada Reuters, Senin (25/5/2026).

Organisasi petani sawit lainnya, Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), menyebut sejumlah tempat penampungan hasil panen mulai berhenti beroperasi.

Distribusi dan pengangkutan buah sawit juga disebut tersendat, sehingga TBS menumpuk di sejumlah daerah dan paling membebani petani swadaya.

Menurut POPSI, ketidakjelasan mekanisme ekspor membuat trader dan pabrik cenderung menahan pembelian. Kondisi itu memicu kekhawatiran terjadinya penurunan pendapatan yang lebih dalam bagi petani kecil.

Tekanan juga dirasakan petani di daerah. Supriyadi, petani sawit asal Mamuju, mengatakan harga TBS yang sebelumnya berada di kisaran Rp2.800 per kilogram (kg) kini merosot menjadi sekitar Rp1.000 per kilogram.

Ketua Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Sabarudin, menilai penurunan harga terjadi setelah sejumlah perusahaan mulai menahan pembelian dan menghentikan sementara penjualan.

Menurut dia, pasar merespons negatif rencana penerapan sistem perdagangan ekspor dengan skema pembeli tunggal atau satu pintu.

SPKS juga mengungkapkan sebagian petani mulai mempertimbangkan mengurangi penggunaan pupuk, bahkan menghentikannya sementara, karena khawatir harga sawit terus melemah dan biaya produksi tidak lagi tertutupi.

Di sisi lain, pemerintah berencana menunjuk Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI), unit usaha di bawah sovereign wealth fund (SWF) Danantara, sebagai eksportir tunggal minyak sawit Indonesia.

Langkah itu merupakan bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan penerimaan pajak dan devisa dari ekspor komoditas strategis. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement