AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Harga Tes PCR Resmi Turun, Kemenkes Ungkap Alasannya 

ECONOMICS
Siska Permata Sari/iNews
Senin, 16 Agustus 2021 19:40 WIB
Kemenkes menurunkan harga test PCR Covid-19 diakrenakan adanya penurunan harga-harga reagen dan bahan habis pakai.
Ilustrasi test PCR
Ilustrasi test PCR

IDXChannel - Kementerian Kesehatan RI membeberkan alasan pemerintah menurunkan harga tes PCR untuk Covid-19. Sebelumnya, biaya tes PCR berada di kisaran Rp900 ribuan, namun kini batas tarif tertinggi diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk Pulau Jawa dan Bali, serta Rp525 ribu untuk di luar Jawa-Bali.

“Dari hasil evaluasi kami sepakati bahwa batasan tarif tertinggi tes swab PCR diturunkan menjadi Rp495 ribu untuk Jawa dan Bali, serta Rp525 ribu untuk di luar Jawa dan Bali,” kata Direktur Jendral Pelayanan Kesehatan Prof dr Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Senin (16/8/2021).

Dia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil evaluasi Kementerian Kesehatan bersama dengan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan. 

Evaluasi tersebut juga dilakukan berdasarkan perhitungan biaya pengambilan dan pemeriksaan PCR yang terdiri dari sejumlah komponen. Di antaranya jasa pelayanan, reagen dan bahan habis pakai, biaya administrasi, serta komponen biaya lainnya.

“Kenapa baru sekarang? Ini disebabkan oleh karena adanya penurunan daripada harga-harga reagen dan bahan habis pakai. Jadi, pada tahap awal, memang harga reagen yang kita beli itu kebanyakan harganya masih tinggi sehingga kita tetap mengacu pada harga tersebut,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak hanya menyesuaikan harga reagennya saja, tetapi juga barang medis habis pakai seperti masker, APD, dan sebagainya. 

“Sekarang ini, itu sudah terjadi penurunan harga. Berdasarkan penurunan harga itu, kita lakukan perhitungan ulang maka didapatkan lah harga yang paling tinggi sekarang ini yaitu Rp495 ribu (untuk Jawa-Bali),” sambungnya.

Dia juga mengungkapkan, bahwa penetapan tarif PCR ini akan terus dievaluasi bila ada dinamika harga di pasaran. “Dan ini akan kita evaluasi terus menerus. Tetapi pada saat nanti di mana terjadi dinamika, maka kita evaluasi kembali. Tidak menutup kemungkinan nanti ada evaluasi ulang, harganya bisa lebih turun lagi,” ujarnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD