AALI
8425
ABBA
218
ABDA
6050
ABMM
4270
ACES
615
ACST
186
ACST-R
0
ADES
7225
ADHI
735
ADMF
8300
ADMG
168
ADRO
4140
AGAR
294
AGII
2190
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
93
AHAP
105
AIMS
240
AIMS-W
0
AISA
183
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1600
AKRA
1370
AKSI
320
ALDO
670
ALKA
288
ALMI
390
ALTO
163
Market Watch
Last updated : 2022/10/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.31
-0.18%
-0.96
IHSG
7070.27
-0.09%
-6.35
LQ45
1008.79
-0.19%
-1.89
HSI
17831.83
-1%
-180.32
N225
27172.40
-0.51%
-138.90
NYSE
14087.38
-1.23%
-174.65
Kurs
HKD/IDR 1,933
USD/IDR 15,185
Emas
835,647 / gram

Hari Kedua Forum TIIWG, Bahlil: Kita Berpikir Bijak Cari Jalan Keluar

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 08 Juli 2022 08:29 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara.
Hari Kedua Forum TIIWG, Bahlil: Kita Berpikir Bijak Cari Jalan Keluar. (Foto: MNC Media)
Hari Kedua Forum TIIWG, Bahlil: Kita Berpikir Bijak Cari Jalan Keluar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengatakan menggabungkan gagasan dari berbagai perspektif negara-negara asing bukanlah yang mudah. Oleh sebab itu perlu pemikiran bijak dalam mencari jalan keluar.

Sebab menurut Bahlil ditengah kondisi pandemi covid 19, isu perushaan iklim dan ancaman krisis global sudah saat ini para kepala negara duduk bersama untuk merumuskan kebijakan yang tidak hanya berorientasi kepada keuntungan, namun kebermanfaatan hidup orang banyak.

"Saya menyampaikan terima kasih kepada teman-teman delegasi yang sudah mengikuti persidangan sejak dua hari, saya yakin dan saya tahu bahwa kita gampang untuk menyatukan ide-ide dari berbagai negara," ujar Bahlil pada saat Gala Diner bersama para peserta TIIWG, Kamis (7/7/2022).

Meski sulit, maka menurut Bahlil perumusan kebijakan perlu dilakukan diskusi yang lebih banyak lagi ke depannya. Sebab menghadap isu global hari ini bukan tanggung jawab satu negara, melainkan seluruhnya.

"Kita berpikir bijak untuk mencari jalan keluar, persoalan global, bukan hanya menjadi tanggung jawab satu negara, tapi tanggung jawab kita semua," lanjut Bahlil.

Perbedaan kepentingan dan perbedaan ideologi menjadi salah satu tantangan persidangan TIIWG tahap kedua ini yang menurut Bahlil menjadi alot. Akhirnya rekomendasi saran hanya baru ditampung sementara, namun belum ada kebijakan kongret.

"Perbedaan dan perdebatan itu adalah sebuah anugerah, tapi harus kita mencari solusi yang bijak sana, saya melihat ini yang menjadi perdebatan tersebut ada tingkatan lagi pada forum tingkat Menteri," lanjut Bahlil.

"Karena kemiskinan dan lapangan pekerjaan merupakan satu isu global yang harus kita selesaikan, dari forum ini kita berharap menghasilkan kesimpulan-kesimpulan dari suatu negara," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD