“Pertama, Penguatan kerja sama energi hingga kemitraan ekonomi masa depan. Kedua PEA menginginkan peningkatan investasi di Indonesia," ujar dia.
Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua negara dalam memperdalam kolaborasi yang saling menguntungkan dan berorientasi jangka panjang.
"Pertemuan kedua Presiden ini memiliki makna istimewa karena tahun 2026 ini merupakan 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dengan PEA. Setengah abad kemitraan tersebut menjadi fondasi kokoh bagi kedua negara untuk membuka babak baru kerja sama strategis yang lebih luas, lebih dalam, dan lebih berdampak bagi kesejahteraan rakyat kedua bangsa," katanya.
Turut hadir mendampingi Presiden Prabowo adalah Menteri Luar Negeri, Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, serta Duta Besar RI untuk UEA, Judha Nugraha.
(kunthi fahmar sandy)