AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Hati-hati, Mau Masuk Endemi Keuangan Tambah Boros

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Minggu, 29 Mei 2022 15:35 WIB
Pada masa transisi ini, terdapat sejumlah kebijakan pemerintah yang dilonggarkan. Hal ini tentu berdampak pada intensitas aktivitas masyarakat.
Hati-hati, Mau Masuk Endemi Keuangan Tambah Boros (FOTO: MNC Media)
Hati-hati, Mau Masuk Endemi Keuangan Tambah Boros (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Di masa endemi terasa keuangan jauh lebih boros, kenapa? Saat ini Indonesia masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun sudah mulai bersiap membuat langkah menuju ke arah endemi.

Pada masa transisi ini, terdapat sejumlah kebijakan pemerintah yang dilonggarkan. Hal ini tentu berdampak pada intensitas aktivitas masyarakat.

Menurut Perencana Keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE) Mike Rini, di masa transisi ini masyarakat menjadi merasa lebih bebas karena adanya kelonggaran. Sehingga secara otomatis, kelonggaran ini dimanfaatkan salah satunya yakni peningkatan aktivitas di luar.

“Biasanya langsung terlihat adalah peningkatan aktivitas di luar, kemudian gaya hidup, serta aktivitas pekerjaan yang tadinya WFH jadi WFO. Kemudian kelonggaran dalam hal travel, sehingga ini membuat tidak hanya kegiatan saja yang berdampak terhadap kenaikan biaya,” katanya saat dihubungi, Minggu (29/5/2022).

Adapun masyarakat yang sebelumnya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, pada masa ini kegiatan yang dilakukan di luar rumah menjadi lebih banyak.

“Selain biaya transportasi naik, biaya baju barunya juga naik. Lalu biaya makan makan di luar naik, biaya ngopi naik. Di masa pandemi orang jadi punya kebiasaan baru. Sebagai  contoh yakni pesan kopi dari luar, akhirnya kopinya jadi lebih mahal karena ada biaya pengiriman sama biaya platform feenya,” ucap Mike. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD