AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24042.51
-0.29%
-70.27
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Hati-hati! Surat Penipuan Penerimaan CPNS Kembali Beredar Luas

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Jum'at, 15 Oktober 2021 12:40 WIB
Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun media sosialnya kembali menemukan adanya surat penipuan penerimaan CPNS
Hati-hati! Surat Penipuan Penerimaan CPNS Kembali Beredar Luas
Hati-hati! Surat Penipuan Penerimaan CPNS Kembali Beredar Luas

IDXChannel - Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui akun media sosialnya kembali menemukan adanya surat penipuan penerimaan CPNS. Seperti diketahui hal ini sudah beberapa kali terjadi sebelumnya.

Di dalam surat tersebut disebutkan seorang pejabat BKN yang memerintahkan jajarannya untuk membantu penerimaan CPNS.

“Kembali beredar surat mengatasnamakan Pejabat BKN yg berisi utk membantu merekrut anggota CPNS dan penyusunan laporan untuk disajikan kepada pimpinan Panitia Seleksi CPNS BKN TA 2021/2022. Perlu kami tegaskan bahwa surat tersebut adalah BUKAN produk BKN,” demikian tulis BKN melalui akun twitternya @BKNgoid, Jumat (15/10/2021).

BKN pun sudah sejak awal mewanti-wanti agar masyarakat berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan CPNS. Sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKN Bima Haria Wibisana meminta agar masyarakat jangan sampai tertipu apabila ada yang menawarkan diri membantu menjadi ASN secara insta. Pasalnya anak-anak pejabat sekalipun tidak ada yang bisa masuk tanpa seleksi.

Menanggapi masih adanya kasus penipuan CPNS, Bima menilai bahwa hal ini menunjukkan masih adanya masyarakat yang ingin menjadi abdi negara melalui jalur yang tidak semestinya.

“Masyarakat ternyata masih banyak yang menginginkan masuk ASN tanpa jalur yang semestinya. Jadi sebetulnya dua-duanya salah, calonya salah dan masyarakat yang percaya juga salah,” katanya.

Bima juga berpesan kepada para peserta bahwa kunci keberhasilan dalam mengikuti seleksi tergantung pada kemampuan masing-masing peserta.

“Percaya dirilah bahwa hanya peserta sendirilah yang bisa memastikan dirinya bisa menjadi ASN, salah satunya dengan persiapan yang baik dan tentunya berdoa,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD