AALI
10100
ABBA
418
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1410
ACST
268
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1125
ADMF
7925
ADMG
234
ADRO
1745
AGAR
350
AGII
1570
AGRO
2000
AGRO-R
0
AGRS
226
AHAP
64
AIMS
515
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
945
AKRA
4690
AKSI
458
ALDO
735
ALKA
248
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
510.76
-1.06%
-5.46
IHSG
6625.70
-0.27%
-18.04
LQ45
961.32
-0.98%
-9.47
HSI
26132.03
0.02%
+5.10
N225
28600.41
-0.71%
-204.44
NYSE
0.00
-100%
-17083.15
Kurs
HKD/IDR 1,820
USD/IDR 14,160
Emas
819,389 / gram

Heran Penyaluran Bansos Banyak Masalah, Mensos Risma: Saya Sudah Mentok!

ECONOMICS
Riezky Maulana
Rabu, 22 September 2021 06:26 WIB
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengawasi sinkronisasi atau penyatuan data penerima bantuan sosial.
Menteri Sosial Tri Rismaharini mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengawasi sinkronisasi atau penyatuan data penerima bantuan sosial. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengaku turun langsung ke lapangan untuk mengawasi sinkronisasi atau penyatuan data penerima bantuan sosial (Bansos) di berbagai. Sebab, dirinya dibuat heran mengapa penyaluran bansos banyak menemui masalah.

Dia menjelaskan, terkait data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) sudah dicocokan dengan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri

"Kami perlu cek. Jadi turun ke lapangan itu karena saya udah mentok ini kok enggak salur-salur makanya saya turun. Ternyata dananya udah tapi belum diserahkan sama bank," tutur Risma ketika rapat bersama Komite III DPD RI, Selasa (21/9/2021).

Dia pun mengaku menemukan kendala pemblokiran rekening dari penerima bansos, penyaluran bansos terhambat di bank, atau kartu kesejahteraan sosial (KKS) dipegang oleh orang lain. Menurut dia hal itu lah yang mengakibatka  penyaluran bansos tak tepat sasaran.

"Kejadian di Semarang kemarin, Saya telepon pak wali masa kamu enggak bisa ngumpulin 1.800 orang Ke balai kota yang menerima bantuan. Alasan tidak bisa menyalurkan karena nggak ketemu orangnya, dan kita coba ternyata bisa," ungkapnya.

Dia mengatakan, untuk mengatasi masalah terkait data penerima bansos, salah satu cara yang dilakukan yakni dengan pendekatan person to person. Jika tidak menggunakan cara itu, sambung dia, penyelesaiannya akan lebih sulit.

"Memang tersentuh person to person datanya karena kalau enggak kayak gitu susah. Saya ke sana oke selesai kan saya punya datanya," ujarnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD