AALI
9900
ABBA
410
ABDA
6500
ABMM
1575
ACES
1270
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7775
ADMG
194
ADRO
1910
AGAR
336
AGII
1435
AGRO
2250
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
70
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1010
AKRA
4290
AKSI
404
ALDO
915
ALKA
236
ALMI
246
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.93
-0.11%
-0.57
IHSG
6617.37
0.22%
+14.80
LQ45
949.24
-0.1%
-0.93
HSI
24053.21
0.29%
+69.55
N225
28774.05
1.12%
+318.45
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
828,991 / gram

Hindari Penyalahgunaan, Vaksinasi Covid-19 Bakal Gunakan NIK

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 04 Agustus 2021 12:15 WIB
Vaksinasi Covid-19 ke depan akan menggunakan data berbasis nomor induk kependudukan (NIK).
Ilustrasi vaksin Covid-19
Ilustrasi vaksin Covid-19

IDXChannel - Vaksinasi Covid-19 ke depan akan menggunakan data milik Dukcapil Kemendagri yang berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan NIK.

Seperti diketahui baru-baru ini terdapat masyarakat di Bekasi yang tidak dapat melakukan vaksinasi karena NIKnya telah digunakan oleh orang lain.

“Kami juga sdh rapatkan untuk mencegah hal tersebut berulang. Kemarin dengan Kemenkes, Kominfo, BPJS kesehatan dan Telkom bersama Dukcapil, kita semua sepakat untuk data vaksin harus bersumber dari NIK Dukcapil,” kata Dirjen Dukcapil Kemendagri Zudan Arif Fakrullah Rabu, (4/8/2021).

Zudan mengatakan bahwa penandatangan perjanjian kerja sama (PKS) akan dilakukan pada minggu ini.

“Dan untuk itu tanggal 6 hari jumat besok akan ditandatangani PKS dengan Pcare BPJS Kesehatan dan Peduli Lindungi Kominfo serta Kemkes dengan Dukcapil untuk integrasi data dengan NIK Dukcapil,” ungkapnya.

Lebih lanjut Zudan menjelaskan bahwa persoalan penyalahgunaan NIK di Bekasi sudah diselesaikan. Dimana warga tersebut sudah melakukan vaksinasi covid-19.

“Kemarin kasus sudah selesai. Data sudah di cek di Dukcapil, data Pak Wasit benar. Yang bersangkutan sudah divaksin kemarin. Kemenkes nanti yang melacak penyalahgunaan NIK tersebut di tempat vaksin,” pungkasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD