AALI
11175
ABBA
98
ABDA
7025
ABMM
750
ACES
1565
ACST
354
ACST-R
0
ADES
1700
ADHI
1315
ADMF
8450
ADMG
175
ADRO
1175
AGAR
416
AGII
1260
AGRO
1165
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
82
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
296
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
494
AKRA
3720
AKSI
760
ALDO
440
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
334
Market Watch
Last updated : 2021/03/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.18
-0.26%
-1.33
IHSG
6248.47
-0.16%
-10.28
LQ45
940.24
-0.12%
-1.13
HSI
28540.83
-1.92%
-557.46
N225
28743.25
-0.42%
-121.07
NYSE
0.00
-100%
-14959.40
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,365
Emas
784,444 / gram

Hippindo: Pemangkasan Cuti, Pengusaha di Pusat Senang Tapi Daerah Merana

ECONOMICS
Ferdi Rantung/Sindonews
Senin, 22 Februari 2021 21:40 WIB
Keputusan pemerintah memangkas jatah cuti bersama tahun ini sebanyak 5 hari dinilai hanya menguntungkan para pengusaha yang berada di pusat.
Hippindo: Pemangkasan Cuti, Pengusaha di Pusat Senang Tapi Daerah Merana (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Keputusan pemerintah memangkas jatah cuti bersama tahun ini sebanyak 5 hari dinilai hanya menguntungkan para pengusaha yang berada di pusat. Pasalnya, keputusan tersebut membuat orang tidak pergi liburan ke daerah.

Hal tersebut seperti diungkapkan Ketua Umum DPP Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah mengatakan bahwa kebijakan ini akan menguntungkan pelaku usaha mall di Jakarta.

“Ini akan bermanfaat bagi pelaku usaha mall di Jakarta. Karena dengan kebijakan itu masyarakat tidak kemana - mana atau tidak liburan. Jadi masyarakat tetap ke mall untuk makan siang dan lainnya” katanya saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Senin (22/2/2021)

Namun, lanjut Budihardjo, hal ini akan berdampak pada mall yang di daerah. Sebab, masyarakat tidak akan berpergian.

“Biasanya hari raya masyarakat tersebut berpergian, ini akan berdampak pada mal rumahan atau mal pinggiran di luar Jakarta dan daerah” terangnya

Meski begitu, pihaknya mendungkung kebijakan pemerintah untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Namun, Ia menegaskan bahwa mal bukanlah tempat atau kluster penyebaran virus.

“Apa pun kebijakan untuk memutus penyebaran virus kita dukung. Saat ini kebijakan pemerintah sudah tepat dalam kebijakan pembatasan sosial saat ini yang memperbolehkan hingga jam 9 malam,” tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD