AALI
8125
ABBA
540
ABDA
0
ABMM
1310
ACES
1320
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2500
ADHI
730
ADMF
7750
ADMG
240
ADRO
1280
AGAR
400
AGII
1690
AGRO
2630
AGRO-R
0
AGRS
232
AHAP
58
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
222
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
615
AKRA
3510
AKSI
448
ALDO
635
ALKA
234
ALMI
232
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/07/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
449.34
-0.4%
-1.83
IHSG
6106.39
0.08%
+4.70
LQ45
841.82
-0.46%
-3.89
HSI
26192.32
-4.14%
-1129.66
N225
27833.29
1.04%
+285.29
NYSE
16552.38
0.59%
+96.48
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,480
Emas
841,757 / gram

Imbas Konsensus Global, Ini Nasib Industri Besar di Negara Surga Pajak

ECONOMICS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 22 Juli 2021 12:35 WIB
Dengan adanya konsensus global dari G-7, berikut imbasnya bagi sejumlah industri yang berada di negara-negara surga pajak.  
Imbas Konsensus Global, Ini Nasib Industri Besar di Negara Surga Pajak (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Perusahaan teknologi dan industri besar dunia tengah bersembunyi di negara-negara surga pajak Eropa. Meski tidak akan mengubah basis di bawah konsensus global dari G-7, langkah ini dilakukan agar dapat menawarkan lebih banyak fasilitas lain sekaligus memperoleh banyak keuntungan. 

Irlandia salah satunya, dimana pajak minimum mencapai 15% yang diusulkan oleh G-7 lebih tinggi dari pungutan Irlandia untuk bisnis saat ini sebesar 12,5%. Meski demikian, jumlah tersebut masih berada di bawah angka milik Amerika Serikat dan Perancis yang mencapai 20% atau lebih.

Mengutip program Market Opening IDX Channel, Kamis (22/7/2021), seperti yang diketahui, Irlandia telah menjadi basis operasi Eropa untuk beberapa perusahaan internasional terbesar. 

Di antara perusahaan terbesar itu adalah Google, Apple Inc., juga Facebook Inc. dimana proposal pajak minimum G-7 bertujuan untuk menghentikan perusahaan menggunakan yurisdiksi pajak rendah juga guna memotong tagihan pajak dengan negara-negara pesaing.

Adapun sejumlah pengamat menilai bahwa proses yang dipimpin organisasi untuk kerjasama ekonomi dan pembangunan ini akan membantu membawa stabilitas pada sistem pajak internasional. Bahkan pihaknya menggambarkan kesepakatan tersebut merupakan langkah maju yang disambut baik oleh sejumlah kalangan dalam upaya mencapai tujuan yang lebih baik. (Penulis : Firda) 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD