AALI
10325
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1585
ACES
1475
ACST
284
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1190
ADMF
7950
ADMG
228
ADRO
1875
AGAR
352
AGII
1525
AGRO
1985
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
244
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4390
AKSI
442
ALDO
720
ALKA
240
ALMI
250
ALTO
306
Market Watch
Last updated : 2021/10/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
519.01
0.34%
+1.75
IHSG
6658.77
0.38%
+25.43
LQ45
976.43
0.43%
+4.23
HSI
25409.75
0.31%
+78.75
N225
29025.46
1.66%
+474.56
NYSE
16871.74
2.17%
+358.54
Kurs
HKD/IDR 1,811
USD/IDR 14,105
Emas
798,829 / gram

Bangkitkan Ekonomi, Otoritas Pajak Gencar Memburu Youtuber

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Kamis, 15 Juli 2021 15:32 WIB
Otoritas pajak semakin gencar dalam memburu pajak dari Youtuber dan pelaku transaksi teknologi finansial guna bangkitkan ekonomi.
Bangkitkan Ekonomi, Otoritas Pajak Gencar Memburu Youtuber

IDXChannel - Otoritas pajak semakin gencar dalam memburu pajak dari kalangan Youtuber dan pelaku transaksi teknologi finansial. Hal ini dilakukan, guna membangkitkan kembali perekonomian Tanah Air yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Bawono Kristiaji mengakui, bahwa ekosistem digital memang sudah menjadi perhatian selama beberapa tahun terakhir.

“Jadi, kalau kita bicara tentang ekosistem digital, ini kan sebenarnya sesuatu yang memang sudah menjadi perhatian selama beberapa tahun terakhir oleh pemerintah,” ujarnya dalam acara Market Review IDX Channel, Kamis (15/7/2021).

Bawono mengatakan, ada dua aspek yang harus dilihat jika bicara terkait ekonomi digital dan pemajakannya. Adapun dua aspek yang dimaksud, yakni PPN digital dari perusahaan lintas yurisdiksi dan PPN atas produk digital melalui PMSE (Pajak Perdagangan Melalui Sistem Elektronik).

“Pertama, mengenai PPN digital dari perusahaan lintas yurisdiksi yang sekarang sedang dibahas di konsensus global. Kemudian, yang kedua adalah kalau kita bicara tentang PPN atas produk digital yang diselenggarakan melalui PMSE,” kata dia.

Kemudian, dia mengungkapkan, bahwa hingga saat ini mungkin masih ada yang belum optimal. Yakni, terkait ekosistem digital dalam negeri.

“Sampai saat ini yang mungkin masih menantang atau belum sepenuhnya bisa terdeteksi dan juga optimal, adalah bagaimana ekosistem digital dalam negeri yang kita bicara mengenai sharing engage economy, ecommerce, fintech, dsbnya,” pungkas Bawono.

Bawono menambahkan, bahwa potensi pajak dari kalangan Youtuber dan pelaku transaksi teknologi finansial memang besar. Pasalnya, penetrasi internet masyarakat Indonesia juga semakin meningkat.

“Menurut saya kalau kita melihat data dari berbagai macam ini kan pasti potensinya besar, karena kita tahu bahwa penetrasi internet masyarakat Indonesia yang semakin meningkat dan juga bagaimana Indonesia sebagai negara pasar. Di mana, user atas pengguna platform digital itu juga banyak sekali,” tambah dia. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD