sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 Naik ke 53,56 Meski Ada Pelemahan Nilai Tukar

Economics editor Nia Deviyana
28/05/2026 10:52 WIB
Kinerja sektor manufaktur nasional tetap berada pada jalur ekspansi di tengah dinamika ketidakpastian global dan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 Naik ke 53,56 Meski Ada Pelemahan Nilai Tukar. Foto: iNews Media Group.
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Mei 2026 Naik ke 53,56 Meski Ada Pelemahan Nilai Tukar. Foto: iNews Media Group.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, secara umum sektor industri kecil, menengah, dan aneka masih berada pada level ekspansi yang didukung kuat oleh pasar domestik, konsumsi rumah tangga, dan sektor ritel. Namun demikian, beberapa komoditas mengalami perlambatan di pasar ekspor akibat dampak geopolitik dan dinamika perdagangan global.

“Kalau melihat kondisi industri kecil menengah (IKM) saat ini, mulai dari bahan baku, proses produksi, pasar, finansial, hingga sertifikasi, memang masih perlu mendapatkan pendampingan. Upaya utamanya tentu mempertahankan pasar dalam negeri, terlebih hampir 80 persen produk industri kita ditujukan untuk pasar domestik,” ujar Reni. 

Dia mengingatkan, di tengah lonjakan biaya produksi dan keterbatasan pelaku usaha untuk menaikkan harga jual produk, pelaku IKM dituntut semakin efisien dalam menjalankan proses produksi. Menurutnya, tuntutan konsumen yang terus berkembang juga mendorong industri untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas.

Selain itu, Kemenperin juga terus memonitor perkembangan daya beli masyarakat terhadap produk industri nasional, termasuk produk IKM. Meski terdapat kekhawatiran pelemahan konsumsi, sektor pakaian jadi justru masih menunjukkan ekspansi pada Mei 2026.

“Kami juga menyoroti tantangan yang dihadapi industri pakaian jadi nasional, terutama persaingan dengan produk impor yang dipasarkan melalui marketplace digital. Karena itu, perlu perhatian khusus terhadap pemulihan sektor industri aneka agar kembali tumbuh lebih kuat,” ujar dia.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement