Ditinjau dari orientasi pasarnya, IKI kelompok ekspor pada Agustus 2026 tercatat berada di level 53,09, atau melambat 0,86 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 53,95. Tren perlambatan serupa sebesar 0,86 poin juga terjadi pada IKI yang berorientasi pasar domestik, yakni turun dari posisi 51,99 pada bulan sebelumnya menjadi 51,13.
“Perlambatan keduanya memperlihatkan bahwa pelaku industri menghadapi kondisi permintaan yang lebih selektif. Karena itu, keberlanjutan aktivitas manufaktur akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan industri menjaga pasar, efisiensi produksi, serta memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi,” kata Febri.
Kendati secara umum melandai, sejumlah subsektor berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan sepanjang Agustus 2026. Industri Minuman menempati urutan teratas dengan seluruh variabel penyusunnya berada di zona ekspansi, didorong oleh tingginya permintaan pasar dalam negeri.
Pada saat yang sama, subsektor Industri Makanan berhasil mencapai level ekspansi tertingginya dalam kurun waktu lebih dari dua tahun terakhir.
Lonjakan pada industri makanan tersebut dipicu oleh tingginya indeks harga minyak nabati yang mendorong pabrikan memacu volume produksinya. Namun, persediaan produk di subsektor ini masih terkontraksi akibat tingginya tingkat produksi yang belum sepenuhnya terserap oleh pasar.