sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indeks Keyakinan Industri Melandai, Kemenperin: Manufaktur Tetap Ekspansif

Economics editor Rohman Wibowo
01/09/2026 05:03 WIB
Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 berada di level 52,30 atau melambat 0,80 poin.
Indeks Keyakinan Industri Melandai, Kemenperin: Manufaktur Tetap Ekspansif (Foto: iNews Media Group)
Indeks Keyakinan Industri Melandai, Kemenperin: Manufaktur Tetap Ekspansif (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2026 berada di level 52,30 atau melambat 0,80 poin dibandingkan dengan posisi Juli di angka 53,10.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arief mengatakan, industri manufaktur masih ekspansif meski sedikit melandai pada variabel permintaan.

“Kami melihat fenomena industri masih menunggu perubahan yang terjadi pada pasar domestik maupun pasar ekspor (wait and see). Meski ada sedikit penurunan pada variabel permintaan, namun industri masih tetap memproduksi karena memandang perekonomian indonesia maupun global akan membaik,” ujarnya dalam Rilis IKI bulan Agustus 2026 di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Adapun industri pengolahan nonmigas nasional masih tumbuh sebesar 5,32 persen secara tahunan (yoy) pada kuartal II-2026.

Berdasarkan pemantauan terhadap 23 subsektor industri pengolahan yang dianalisis, sebanyak 22 subsektor berhasil bertahan di zona ekspansi, sementara hanya satu subsektor yang mengalami kontraksi. 

Seluruh subsektor yang berada dalam fase ekspansi tersebut memberikan kontribusi dominan hingga 98,6 persen terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas pada kuartal II.

“Dua subsektor dengan nilai IKI tertinggi pada Agustus 2026 adalah Industri Minuman serta Industri Bahan Kimia dan Barang dari Bahan Kimia. Adapun subsektor yang mengalami kontraksi yaitu Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki,” tutur Febri.

Menilik komponen pembentuk IKI, variabel produksi masih kokoh mencatatkan indeks tertinggi. Pada Agustus 2026, indeks produksi menyentuh angka 55,10 atau terkerek naik 0,55 poin dari bulan sebelumnya, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak Juni 2026. 

Sementara itu, indeks pesanan baru tetap berada di teritori ekspansi pada level 53,13, kendati terkoreksi tipis 0,67 poin dibandingkan Juli 2026.

Di sisi lain, indeks persediaan produk tertekan pada level 46,02 setelah merosot 3,16 poin dari bulan lalu. Penurunan ini telah berlangsung selama tiga bulan berturut-turut dan menjadi catatan terendah sejak Januari 2024.

Ditinjau dari orientasi pasarnya, IKI kelompok ekspor pada Agustus 2026 tercatat berada di level 53,09, atau melambat 0,86 poin dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 53,95. Tren perlambatan serupa sebesar 0,86 poin juga terjadi pada IKI yang berorientasi pasar domestik, yakni turun dari posisi 51,99 pada bulan sebelumnya menjadi 51,13.

“Perlambatan keduanya memperlihatkan bahwa pelaku industri menghadapi kondisi permintaan yang lebih selektif. Karena itu, keberlanjutan aktivitas manufaktur akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan industri menjaga pasar, efisiensi produksi, serta memastikan kelancaran pasokan bahan baku dan distribusi,” kata Febri.

Kendati secara umum melandai, sejumlah subsektor berhasil mencatatkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan sepanjang Agustus 2026. Industri Minuman menempati urutan teratas dengan seluruh variabel penyusunnya berada di zona ekspansi, didorong oleh tingginya permintaan pasar dalam negeri. 

Pada saat yang sama, subsektor Industri Makanan berhasil mencapai level ekspansi tertingginya dalam kurun waktu lebih dari dua tahun terakhir.

Lonjakan pada industri makanan tersebut dipicu oleh tingginya indeks harga minyak nabati yang mendorong pabrikan memacu volume produksinya. Namun, persediaan produk di subsektor ini masih terkontraksi akibat tingginya tingkat produksi yang belum sepenuhnya terserap oleh pasar.

Sebaliknya, Industri Kulit, Barang dari Kulit dan Alas Kaki menjadi satu-satunya subsektor yang terperosok ke zona kontraksi pada Agustus 2026, memperpanjang tren penurunan selama empat bulan berturut-turut. 

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement