“Namun, tantangan seperti keterbatasan pemahaman terkait persyaratan pembiayaan, agunan, dan riwayat kredit masih menghambat UMKM untuk mendapatkan pembiayaan ekspor guna menembus pasar internasional,” terangnya.
Sementara dengan kondisi perekonomian global yang kini tengah berada dalam ketidakpastian, akses pembiayaan perdagangan yang terjangkau menjadi kunci utama dalam mendorong daya saing ekspor.
Lebih lanjut, untuk mengatasi tantangan tersebut, Roro menyambut baik rekomendasi kebijakan yang telah diformulasikan oleh COMCEC Trade Working Group.
Terutama yang berfokus pada perluasan solusi pembiayaan syariah, penilaian kredit berbasis arus kas (cash-flow-based credit assessment), digitalisasi dokumen perdagangan, dan skema penjaminan bagi UMKM.
Dalam rangka memperkuat ekosistem pembiayaan perdagangan regional, Indonesia juga mendukung gagasan kerja sama konkret antarnegara anggota OKI. Adapun beberapa program terkait hal tersebut meliputi peningkatan kapasitas, fasilitas pembiayaan bersama, jaminan kredit, serta asuransi ekspor terutama bagi UMKM.
(Nadya Kurnia)