Dalam kesempatan yang sama, CEO Indonesia Business Council (IBC) Sofyan Djalil menambahkan, IES dirancang agar diskusi ekonomi tidak berhenti di level wacana, melainkan mendorong lahirnya agenda kebijakan yang siap diimplementasikan.
“Indonesia membutuhkan model pertumbuhan yang realistis, inklusif, berbasis produktivitas, dan ditopang kebijakan serta implementasi yang tepat,” ujar Sofyan.
Sementara itu, COO IBC William Sabandar menekankan pentingnya keterhubungan langsung antara perspektif dunia usaha dengan arah kebijakan nasional.
“Kami memastikan perspektif pelaku usaha Indonesia terhubung langsung dengan kebijakan ekonomi nasional, sehingga forum ini menjadi rujukan yang kredibel bagi para pemangku kepentingan,” ujarnya.