"Jadi banyak sekali negara-negara tujuan ekspor yang baru yang ingin kita buka. Dan tentu untuk bisa ekspor, bukan hanya persyaratan G to G (government to government), tetapi juga ada persyaratan unit usaha yang akan mengekspor komoditasnya itu," ujarnya.
Dalam upaya memperluas peluang ekspor dan investasi sektor peternakan, Kementerian Pertanian menggelar acara Indolivestock 2026 Expo & Forum yang digelar pada 16-18 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE).
Menurut Agung, ajang tersebut tidak hanya menjadi pameran industri peternakan, tetapi juga sarana diplomasi ekonomi Indonesia di hadapan pelaku usaha dan mitra internasional. Kegiatan ini akan mempertemukan peternak, industri, akademisi, asosiasi profesi, serta pemerintah pusat dan daerah dalam satu forum konsolidasi nasional.
Selain itu, Indolivestock 2026 juga akan menjadi wadah promosi investasi dan ekspor komoditas peternakan unggulan Indonesia. Kementerian Pertanian pun akan membuka paviliun ekspor untuk memberikan pendampingan kepada pelaku usaha yang ingin memperluas pasar produknya ke luar negeri.
"Kita membuka paviliun Indonesia. Di situ salah satunya adalah terkait dengan potensi ekspor, kemudian fasilitasi ekspor, termasuk komoditas-komoditas ekspor yang sudah kita lakukan," kata dia.
(NIA DEVIYANA)