sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Indonesia Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia

Economics editor Rohman Wibowo
15/05/2026 13:08 WIB
Kementerian ESDM mengumumkan kerja sama sektor energi antara Indonesia dan Rusia, mulai dari pembelian minyak hingga kerja sama energi nuklir.
Indonesia Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia. (Foto: iNews Media Group)
Indonesia Kerja Sama Migas hingga Nuklir dengan Rusia. (Foto: iNews Media Group)

Dalam kesempatan tersebut, Yuliot juga menekankan komitmen Pemerintah Indonesia untuk terus mendorong pengembangan energi bersih dan penambahan kapasitas pembangkit listrik nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034.

"Dalam Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, ditetapkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 70 GW, dengan target 40 GW berasal dari energi baru terbarukan atau sebesar 62 persen dari total tambahan kapasitas. Untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, ditargetkan pembangunan dua unit dengan total kapasitas 500 MW," jelas Yuliot.

Rangkaian pertemuan SKB ke-14 RI-Rusia tersebut menghasilkan Agreed Minutes yang memuat sejumlah tindak lanjut kerja sama sektor energi dan sumber daya mineral antara kedua negara. Pembahasan mencakup peluang kerja sama minyak dan gas bumi, LNG dan LPG, pengembangan energi baru terbarukan, pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai, hilirisasi dan metalurgi mineral, hingga standardisasi industri migas dan energi.

(Febrina Ratna Iskana) 

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement