Chief Economist Indonesian Business Council (IBC) Denni Purbasari mengatakan, sebagai negara demokrasi dengan penduduk muda yang besar, diperkuat oleh pertumbuhan ekonomi yang stabil di sekitar 5,1-5,2 persen, menjadi daya tarik tersendiri bagi Indonesia untuk meraih investasi global.
“Komitmen pemerintah terhadap openness dan reform, kestabilan ekonomi makro dan politik, menjadi faktor yang menarik bagi investor asing untuk masuk, baik melalui direct investment maupun portofolio,” kata Denni.
Sejumlah program prioritas Pemerintah seperti ketahanan pangan, ketahanan energi, dan kesehatan, menambah peluang kemitraan antara pelaku bisnis dalam negeri dengan investor global.
“Sektor yang menarik tidak hanya terkait rantai pasok kendaraan listrik, tapi juga di sektor tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, dan perikanan yang mendukung ketahanan pangan, sektor energi terbarukan, kesehatan, jasa keuangan, bahkan sektor pendidikan termasuk vokasi yang semakin serius ditingkatkan oleh pemerintah agar skill masyarakat Indonesia mampu menjawab tantangan,” ujar dia.
(kunthi fahmar sandy)