IDXChannel - Pembangunan rumah susun bersubsidi di kawasan Meikarta, Kabupaten Bekasi, yang digagas Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), selain membantu menekan backlog perumahan di kawasan industri, juga dapat mengakselerasi mesin pertumbuhan ekonomi.
Pakar kebijakan publik dan ekonom Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, mengatakan proyek konstruksi berskala besar memberi dorongan permintaan jangka pendek melalui penyerapan tenaga kerja dan rantai pasok material.
"Ekonomi lokal di sekitar hunian juga bergerak, usaha kecil, jasa, dan layanan harian tumbuh karena ada kepastian populasi tinggal," ujarnya saat dihubungi IDXChannel, Sabtu (31/1/2026).
Adapun estimasi pembiayaan proyek rusun bersubsidi Meikarta tembus Rp39 triliun. Sejauh ini pengembang besar seperti Lippo Group yang terdepan berinvestasi.
Achmad mewanti-wanti tata kelola pendanaan dan pembiayaan mesti ketat dan transparan. Sehingga, dampak ekonominya bisa dirasakan secara holistik.
"Jika kualitas desain, utilitas, dan pengelolaan pasca huni buruk, maka rusun bisa berubah menjadi kantong masalah baru yang biayanya lebih mahal di masa depan, baik sosial maupun fiskal," kata dia.