Ilyas mengatakan Rusia memiliki berbagai teknologi yang berpotensi dikembangkan bersama Indonesia, antara lain drone untuk kebutuhan sipil, robotika bawah air yang sesuai dengan karakteristik Indonesia sebagai negara kepulauan, sistem komunikasi mandiri untuk kondisi darurat, serta teknologi pengolahan limbah yang dapat menghasilkan sumber daya bermanfaat bagi sektor pertanian dan peternakan.
“Kami berharap teknologi tersebut dapat dikembangkan melalui kerja sama dan lokalisasi bersama di Indonesia,” kata Ilyas.
Kemenperin akan menindaklanjuti tawaran tersebut melalui proses verifikasi dan pemetaan teknis untuk memastikan kompatibilitas teknologi yang ditawarkan dengan kebutuhan rantai pasok industri nasional. Di satu sisi, lokalisasi teknologi Rusia berpotensi memperkuat fondasi industri nasional sekaligus mendorong arus investasi baru. Di sisi lain, korporasi Indonesia berpeluang memperluas penetrasi pasar ke Rusia dan kawasan ekonomi Eurasia.
(Rahmat Fiansyah)