IDXChannel - Indonesia dan Turki sepakat mendorong percepatan penyelesaian preferential tariff agreement (PTA) terbatas sebagai langkah awal menuju comprehensive economic partnership agreement (CEPA) guna meningkatkan nilai perdagangan bilateral.
Hal itu disepakati dalam pertemuan 2+2 antara menteri luar negeri dan menteri pertahanan kedua negara di Ankara pada 9 Januari 2026.
Pertemuan 2+2 ini merupakan amanat langsung presiden kedua negara yang disepakati dalam pertemuan perdana Indonesia–Turkiye High-Level Strategic Cooperation Council (HLSC) pada bulan Februari tahun lalu.
“Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Turki,” ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam keterangannya, dikutip pada Minggu (11/1/2026).
Pertemuan 2+2 membahas penguatan kerja sama di bidang-bidang prioritas kedua negara, termasuk pertahanan dan industri pertahanan, energi, perdagangan, dan investasi. Para menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Selain perdagangan, kedua pihak juga mendorong peningkatan kerja sama investasi, termasuk di sektor energi, pertambangan, industri petrokimia, dan pengembangan ekosistem kendaraan listrik.
Terkait isu regional dan global, Indonesia dan Turki menegaskan komitmen sebagai mitra strategis dan negara Global South untuk memperkuat kerja sama multilateral. Kedua negara juga bertukar pandangan mengenai situasi di Palestina, Timur Tengah, kawasan ASEAN dan Pasifik, serta perkembangan global lainnya.
Indonesia menegaskan kembali dukungan terhadap keinginan Turki menjadi ASEAN Full Dialogue Partner. Kedua negara juga sepakat untuk terus mendorong kerja sama konkret ASEAN–Turki, khususnya di bidang ekonomi. (Wahyu Dwi Anggoro)