Pembatasan ekspor bahan baku utama pembuatan baja telah meluas secara global, dengan 42 negara sekarang membatasi ekspor besi tua.
OECD juga mengatakan bahwa biaya energi yang lebih tinggi terkait dengan konflik di Timur Tengah telah menambah tekanan pada produsen, dengan energi menyumbang hingga 40 persen dari biaya produksi baja.
Faktor-faktor ini telah membebani keputusan investasi dan berkontribusi pada penundaan proyek baja rendah emisi, menurut laporan tersebut.
“Kita harus mengatasi akar penyebabnya, termasuk subsidi yang merugikan dan praktik non-pasar lainnya. Ini berarti kerja sama internasional yang lebih kuat dan persaingan yang adil bagi produsen baja di mana pun,” kata Cormann. (Wahyu Dwi Anggoro)