sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Industri Petrokimia Tengah Tertekan, Inaplas Beberkan Penyebabnya

Economics editor Ferdi Rantung
06/05/2026 01:09 WIB
Inaplas membeberkan kondisi industri petrokimia dan produk turunannya yang sedang tertekan.
Industri Petrokimia Tengah Tertekan, Inaplas Beberkan Penyebabnya. (Foto: IMG)
Industri Petrokimia Tengah Tertekan, Inaplas Beberkan Penyebabnya. (Foto: IMG)

Sementan itu, Wakil Ketua Umum Inaplas Edi Rivai mengungkapkan sejak pandemi Covid-19 berakhir, industri petrokimia sebenarnya belum benar-benar pulih. Kondisi ini diperparah oleh fenomena overcapacity global atau kelebihan pasokan dunia, di mana produksi berlebih dari China, ASEAN, dan Timur Tengah membanjiri pasar. 

Ia menjelaskan, Indonesia yang saat ini berstatus sebagai net importir, akibatnya menjadi sasaran empuk bagi kelebihan pasokan dunia tersebut. Tercatat, industri dalam negeri mengandalkan sekitar 90 persen kebutuhan light naphtha dari luar negeri, jauh di atas rata-rata ketergantungan regional Asia yang berada di angka 60-70 persen.

Permasalahan impor bukan sekadar soal volume, melainkan juga harga. Maraknya praktik dumping dari produsen luar negeri membuat harga produk domestik sulit bersaing.

Inaplas menyatakan telah mengajukan instrumen trade remedies berupa kebijakan anti-dumping dan safeguard sejak dua tahun lalu. Namun, hingga kini, realisasi kebijakan tersebut masih belum menemui titik terang.

"Volume impor yang terus meningkat, disertai dengan harga yang rendah akibat praktik dumping, semakin memperberat daya saing industri domestik. Tanpa intervensi, tekanan ini akan terus berulang," ujar Edi.

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement