Lebih lanjut, Purbaya menyebutkan bahwa pengalaman selama 25 tahun terakhir memberikan landasan kuat bagi pemerintah untuk menghitung dampak setiap kenaikan harga minyak dunia terhadap inflasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.
Saat ini, solar untuk transportasi barang dipastikan tidak mengalami kenaikan harga guna menjaga stabilitas biaya logistik.
Badan Pusat Statistik (BPS) secara resmi melaporkan bahwa inflasi pada April 2026 tercatat sebesar 0,13 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka ini menunjukkan penurunan tekanan dibandingkan Maret 2026 yang sempat menyentuh 0,41 persen mtm.
Sektor transportasi memberikan andil terbesar sebesar 0,12 persen, terutama dipicu oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,11 persen.
Bensin memberikan andil inflasi 0,02 persen, sementara komoditas pangan seperti minyak goreng (0,05 persen), tomat (0,03 persen), dan beras (0,02 persen) turut memberikan kontribusi kecil.
(NIA DEVIYANA)