Tahun ini, tekanan inflasi semakin besar setelah perang dengan Iran membuat harga minyak dan gas lebih mahal.
Pertanyaan utama sekarang adalah apakah inflasi akan mereda jika perang berakhir dan harga minyak dan gas turun, atau akankah inflasi berlanjut bahkan setelah perang.
Inflasi yang tetap tinggi telah menggeser fokus para pembuat kebijakan Federal Reserve (The Fed). Banyak dari mereka sebelumnya memberi sinyal bahwa suku bunga acuan akan dipangkas dua kali tahun ini. Sekarang, lebih banyak pejabat mengatakan mereka memperkirakan langkah The Fed selanjutnya kemungkinan besar akan berupa kenaikan daripada penurunan.
Ketika The Fed menaikkan suku bunga acuannya, biasanya hal itu akan menyebabkan kenaikan biaya pinjaman untuk hipotek, pinjaman mobil, dan pinjaman bisnis.
Investor Wall Street memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember, menurut data dari CME Fedwatch. (Wahyu Dwi Anggoro)