sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Inflasi di NTT Capai 2,35 Persen, BPS Ungkap Penyebabnya

Economics editor Apolinaris Lake
08/06/2024 15:34 WIB
Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 2,59 persen dengan IHK sebesar 106,18 dan terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,83%.
Inflasi di NTT Capai 2,35 Persen, BPS Ungkap Penyebabnya (FOTO:MNC Media)
Inflasi di NTT Capai 2,35 Persen, BPS Ungkap Penyebabnya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,18.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 2,59 persen dengan IHK sebesar 106,18 dan terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,83 persen dengan IHK sebesar 106,08.

Menurut Kepala BPS NTT Matamira B. Kale, kenaikan inflasi tersebut diakibatkan karena naiknya indeks kelompok pengeluaran sementara untuk Nilai Tukar Petani diakibatkan karena perkembangan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar.

"Pada April 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar 2,35 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,18," ujarnya kepada MPI Sabtu (8/6/2024).

Matamira menuturkan bahwa Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,43 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,20 persen; kelompok kesehatan sebesar 1,54 persen; kelompok transportasi sebesar 1,65 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,04 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,12 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,04 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,77 persen. 

Adapun untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu: kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,41 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,24 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) Provinsi Nusa Tenggara Timur pada April 2024 adalah sebesar 0,31 persen. Sedangkan untuk tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Nusa Tenggara Timur bulan April 2024 adalah sebesar 0,98 persen.

Tak hanya itu Matamira juga telah membeberkan data statistik terkait Nilai Tukar Petani (NTP).

"Jadi pada Mei 2024 itu didasarkan pada perhitungan NTP dengan tahun dasar 2018 (2018=100). Penghitungan NTP ini mencakup 5 subsektor, yaitu subsektor padi & palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan, "ujarnya.

Namun pada Mei 2024, NTP Nusa Tenggara Timur sebesar 98,77 dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 98,32 untuk subsektor tanaman padi-palawija (NTP-P), 101,57 untuk sub sektor hortikultura (NTP-H); 96,08 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR); 107,42 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt) dan 91,75 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

"Jadi telah terjadi peningkatan 0,43 persen pada Bulan Mei 2024 jika dibandingkan dengan NTP April 2024. Peningkatan indeks harga ini disebabkan oleh perkembangan indeks harga terima yang lebih cepat dibandingkan harga bayar. Peningkatan ini terjadi di Subsektor Hortikultura, Tanaman Perkebunan Rakyat dan Perikanan," pungkasnya.

Kemudian untuk di daerah perdesaan terjadi deflasi sebesar 0,31 persen. Deflasi ini utamanya terjadi pada subkelompok makanan, minuman, dan tembakau.





(SAN)

Advertisement
Advertisement