AALI
8450
ABBA
222
ABDA
6050
ABMM
4300
ACES
615
ACST
189
ACST-R
0
ADES
7325
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
167
ADRO
4140
AGAR
296
AGII
2210
AGRO
600
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
109
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
314
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
390
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.01
0.09%
+0.47
IHSG
7079.18
0.05%
+3.80
LQ45
1012.08
0.04%
+0.45
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Inflasi Terus Terkendali, Ekonomi Jabar Diprediksi Tumbuh 5,8 Persen di 2022

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Rabu, 09 Februari 2022 10:04 WIB
Tingginya ekspor dipicu oleh perekonomian global yang membaik sehingga meningkatkan permintaan ekspor produk-produk manufaktur Jawa Barat.
Inflasi Terus Terkendali, Ekonomi Jabar Diprediksi Tumbuh 5,8 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)
Inflasi Terus Terkendali, Ekonomi Jabar Diprediksi Tumbuh 5,8 Persen di 2022 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Bank Indonesia (BI) Jawa Barat memperkirakan, angka pertumbuhan ekonomi Jabar pada rentang 5 sampai 5,8 persen.  

Kepala BI Jabar Herawanto mengatakan, tahun 2022 ekonomi Jabar diprediksi akan terus berlanjut. 

Hal itu didorong konsumsi yang diprediksi akan terus naik. Kemudian penjualan ritel naik. Di sisi lain investasi proyek multiyear juga akan mendorong ekonomi Jabar seperti KCIC, Pelabuhan Patimban, industri batrai listrik, dan lainnya.  

"Kami prediksi 2022 bisa tumbuh 5 sampai 5,8 persen. Inflasi Jabar diprediksi akan tetap terkendali. Namun harus dicermati adanya lonjakan permintaan dan Omicron," jelas Herawanto.  

Dia mengakui, konsumsi memang belum kembali ke level sebelum pandemi namun sudah ada perbaikan. Untuk mendorong konsumsi, akan sangat tergantung pada  kondisi optimistisme masyarakat. Optimistisme masyarakat juga sangat tergantung bagaimana informasi yang baik bisa sampai ke masyarakat.  

Menurut dia, data Badan Pusat Statistik (BPS) tren perekonomian Jawa Barat pada triwulan IV 2021 mencatatkan pertumbuhan positif sebesar 6,21% (yoy). Meningkat dibandingkan triwulan III 2021 yang tumbuh sebesar 3,43% (yoy). 

Angka pertumbuhan tersebut juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,02% (yoy). Perbaikan ekonomi Jawa Barat yang luar biasa tersebut, terutama didorong oleh peningkatan permintaan global maupun domestik yang mendongkrak kinerja produksi sektor utama, khususnya sektor industri pengolahan serta ekspor.  

"Penerapan kebijakan dynamic balancing strategy sebagaimana kami rekomendasikan sejak awal pandemi yang terus diterapkan dengan baik oleh pemerintah daerah dan berbagai pihak lainnya memberikan hasil yang menggembirakan dalam kemajuan pemulihan ekonomi Jawa Barat, " jelas dia.  

Dari sisi pengeluaran, selain ekspor yang tumbuh signifikan sebesar 26,03% (yoy), konsumsi rumah tangga juga meningkat sebesar 2,52% (yoy), searah dengan peningkatan mobilitas masyarakat di akhir 2021. 

Tingginya ekspor dipicu oleh perekonomian global yang membaik sehingga meningkatkan permintaan ekspor produk-produk manufaktur Jawa Barat. 

Sementara itu, konsumsi rumah tangga yang berkontribusi sebesar 63,6% terhadap perekonomian Jawa Barat tumbuh meningkat sejalan dengan keputusan Pemerintah untuk membatalkan pengetatan PPKM pada periode Nataru.  

Di sisi lain, perbaikan ekonomi Jawa Barat juga didorong oleh peningkatan konsumsi pemerintah seiring dengan tingginya realisasi belanja pemerintah daerah, khususnya untuk belanja modal dalam rangka membiayai proyek infrastruktur. 

Hal ini turut mengangkat investasi yang juga tumbuh positif sebesar 7,20% (yoy). Peningkatan investasi ini ditopang oleh realisasi proyek multiyears yang terus berlanjut, seperti Jalan Tol Cisumdawu dan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, serta investasi yang dilakukan oleh korporasi besar di Jawa Barat di tahun 2021. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD