AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

Ini Jurus Sri Mulyani Agar RI Tak Berutang Lagi

ECONOMICS
Michelle Natalia
Jum'at, 01 Juli 2022 13:56 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 turun drastis menjadi Rp732,2 triliun.
Ini Jurus Sri Mulyani Agar RI Tak Berutang Lagi. (Foto: MNC Media)
Ini Jurus Sri Mulyani Agar RI Tak Berutang Lagi. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 turun drastis menjadi Rp732,2 triliun atau 3,92% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Dengan demikian, proyeksi defisit turut menurun dan Indonesia dapat mengurangi penerbitan utang sebesar Rp216 triliun.

"Pembiayaan utang akan turun tajam hingga 22%, hanya Rp757 triliun. Ini sebesar Rp216 triliun lebih rendah dari Perpres," ujar Sri dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI dan Gubernur Bank Indonesia (BI) di Jakarta, Jumat(1/7/2022).

Dia mengatakan, jika angka ini tidak menurun, dikhawatirkan akan menjadi beban sangat besar yang ditanggung oleh pemerintah di masa depan. Dia pun menegaskan bahwa Indonesia saat ini masih dalam posisi (utang) yang aman dan baik.

"Kondisi ini menguntungkan Indonesia, karena di tengah ketatnya likuiditas global pasca negara maju seperti Amerika Serikat (AS) menaikkan suku bunga acuan, biaya yang ditanggung dari penarikan utang akan tinggi," ungkap Sri.

Dia pun menegaskan bahwa pemerintah kedepannya tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penerbitan dan pengelolaan utang, serta fleksibel dan oportunistik pada sisa akhir tahun 2022. 

"Pemanfaatan saldo anggaran lebih (SAL) juga akan digunakan untuk mengurangi utang," tutup Sri. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD